Varises adalah pembuluh darah balik (vena) yang melebar dan berkelok-kelok akibat gangguan (hambatan) aliran darah. Ini terjadi lantaran ketidakmampuan katup (klep) vena dalam mengatur aliran darah. Akibatnya aliran darah yang seharusnya mengalir lancar ke arah jantung  mengalami hambatan dan terjadi arus balik sebagian aliran darah dalam pembuluh darah vena, sehingga pembuluh darah vena melebar dan berkelok-kelok dan terjadilah apa yang kita kenal dengan varises.

Pembuluh darah yang terlihat menonjol merupakan hal yang tampak pada penderita varises yang biasa muncul di betis walaupun sebenarnya hal ini bisa muncul di mana saja. Misalnya di anus yang juga dapat menyebabkan wasir. Menurut penelitian, perbandingan frekuensi varises pada wanita dan pria adalah 5:3. Dengan kata lain, wanita memiliki faktor resiko lebih besar ketimbang pria. Perbedaan ini boleh jadi berhubungan dengan faktor hormonal. Pada wanita hamil, resiko ini semakin bertambah karena adanya penambahan hormon pada masa tersebut. Hormon wanita juga dapat dipicu karena mengkonsumsi pil kontrasepsi.

Tidak hanya karena faktor gen, hal lain yang menyebabkan terjadinya varises antara lain kebiasaan, gaya hidup dan aktivitas sehari-hari dapat menyebabkan timbulnya varises. Berat badan yang berlebih, berdiri terlalu lama, jarang berolahraga dan merokok dapat memicu terjadinya varies. Berdasarkan usia, varises lebih kerap terjadi pada usia produktif.

Untuk sebagian orang varises mungkin bukan masalah utama, tetapi untuk orang yang dalam aktivitas sehari-harinya membutuhkan penampilan fisik yang sempurna varises bisa menjadi masalah besar. Selain bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, varises juga bisa menimbulkan rasa cepat lelah bahkan pada beberapa kasus dapat menyebabkan kram pada malam hari.

Tips Mencegah Varises

  • Makan makanan yang bergizi dan olah raga secara teratur.
  • Hindari berdiri terlalu lama. Sedapat mungkin melakukan relaksasi jika dalam aktifitas sehari-hari dituntut berdiri lama.
  • Hindari terlalu lama duduk dengan kaki menyilang. Posisi ini dapat menghambat aliran darah dari tungkai ke arah jantung.
  • Hindari pemakaian pakaian bawah yang terlalu ketat.
  • Jika sedang bepergian jauh, usahakan meluruskan kaki secara berkala dan memijit-mijit tungkai sehabis bepergian.
  • Gunakan kaos kaki elastis, jika mungkin, pakailah kaus kaki panjang yang mencapai lutut. Penggunaan kaos kaki khususnya diperlukan saat berada di ketinggian seperti saat berjalan-jalan di pegunungan atau saat naik pesawat.
  • Konsumsi Vitamin C karena sangat bermanfaat untuk menguatkan dinding pembuluh darah, konsumsi yang cukup dapat mencegah pelebaran pembuluh darah.
  • Letakan posisi kaki lebih tinggi pada saat tidur. Letakkan kaki diatas bantal atau ditempelkan di dinding dengan posisi lebih tinggi dari kepala. Hal ini khususnya dapat dilakukan jika telah terjadi pembengkakan akibat pembuluh darah yang menonjol.

Mengobati Varises

Ada beberapa cara yang bisa digunakan diantaranya :
    • Mengkonsumsi suplemen yang dapat menguatkan dinding pembuluh darah dan keelastisannya.
    • Menggunakan kaos kaki elastis sampai paha yang dapat membantu menekan pembuluh vena.
    • Sclerotherapy yaitu memasukkan sejenis larutan garam ke dalam pembuluh darah yang mengalami pelebaran.
    • Endovenous Laser Therapy yaitu mengobati varises dengan cara memasukkan kawat ke dalam pembuluh darah. Kawat dimasukkan dari lutut sampai selangkangan kemudian dilakukan pemanasan.
    • Pembedahan yang biasa dilakukan untuk kasus yang sudah parah.

(berbagai sumber)